Admin — Rabu, 04 September 2012

KECAMATAN LASUSUA

  • 1. Letak dan Wilayah Geografis

    Daerah Kecamatan Lasusua merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Kolaka Utara terletak di bagian utara yaitu melintang dari Utara ke Selatan kira-kira 3°30’ LS - 3°40’0’ LS dan membujur dari Barat ke Timur antara 120°55’0’ BT - 121°5’0’ BT.

    Adapun Batasan wilayah - wilayah Kecamatan Lasusua adalah sebagai berikut:

    Wilayah Kecamatan Lasusua mencakup wilayah daratan dan Lautan karena terletak di pesisir Pantai Teluk Bone. Luas daratan Kecamatan Lasusua sebesar 287,67 km². Relief permukaan daratan Kecamatan Lasusua terdiri dari daerah pegunungan di bagian Timur dan Selatan, sedangkan di bagian Utara dan Barat adalah berupa Dataran yang sebagian merata di sepanjang bibir pantai, sisanya adalah dataran yang landai dan terjal yang berada di wilayah bagian utara. Ketinggian wilayahnya mencapai  ± 15 m dari permukan Laut.

    2. Jarak dan Luas Wilayah Kecamatan Lasusua Menurut Desa/Kelurahan

    Berikut data mengenai luas wilayah administratif Kecamatan Lasusua serta jarak ke Ibukota Kecamatan berdasarkan Desa/Kelurahan

    Kode Wilayah Desa/Kelurahan Luas (KM2) Luas (%) Jarak (KM)
     
    Total 287,67 100,00  
    7408020012 Sulaho 12,30 4,28 6,00
    7408020013 Totallang 74,61 25,94 6,00
    7408020014 Pitulua 71,35 24,80 3,00
    7408020015 Rante Limbong 28,22 9,81 3,00
    7408020016 Tojabi 24,00 8,34 2,00
    7408020017 Lasusua 16,50 5,74 0
    7408020018 Watuliu 10,50 3,65 3,00
    7408020019 Ponggiha 20,20 7,02 2,00
    7408020026 Patowanua 2,20 0,76 1,00
    7408020027 Babussalam 3,00 1,04 4,00
    7408020028 Batuganda Permai 10,40 3,62 5,00
    7408020029 Puncak Monapa 14,39 5,00 8,00
    PEMERINTAHAN KECAMATAN LASUSUA

    1. Pemerintahan

    Saat ini Wilayah Administrasi pemerintahan Kecamatan Lasusua hingga tahun 2011 dengan Ibu kotanya Lasusua terdiri dari 11 Desa dan 1 Kelurahan dengan 57 Dusun/Lingkungan. Wilayah Administrasi pemerintahan Kecamatan Lasusua keadaan tahun 2011 seperti yang disajikan pada Tabel berikut yang terdiri dari sejumlah Desa/Kelurahan.

    2. Pembangunan Desa

    Sejalan dengan semangat Pembangunan dalam Otonomi Daerah maka usaha pemerintah Kecamatan Lasusua dalam merealisasikan tujuan Pembangunan tersebut adalah dengan berupaya meletakkan sendi-sendi kehidupan Desa/Kelurahan yaitu masyarakat Desa/Kelurahan yang mapan dari segi material, spiritual serta akhlak menuju masyarakat adil, makmur, merata dan sejahtera.

    Realisasi pelaksanaan Pembangunan Desa/Kelurahan tahun 2011 terlihat bahwa Pemerintah Kecamatan berhasil menjalankan program Pembangunan Desa/Kelurahan. Indikasinya adalah meningkatknya status Desa/Kelurahan yang ada, dimana pada tahun sebelumnya terdapat 4 Desa dengan status Swadaya, 7 Desa Swakarya dan sisanya lagi adalah 1 Desa/Kelurahan yang sudah mencapai tingkat kemakmuran atau tingkat Swasembada. Di tahun 2012 ini dari seluruh Desa/kelurahan yang berada di lingkup Kecamatan Lasusua status desa/ kelurahan sedikit mengalami perubahan. Desa Patowanua beralih dari Desa Swadaya menjadi Desa Swakarya, sehingga tahun 2011 ini 3 Desa dengan status Swadaya, 8 Desa Swakarya dan 1 Desa/Kelurahan.

    Dari aspek pertahanan Sipil, jumlah aparat Hansip/Linmas selama setahun terakhir mengalami penambahan seiring dengan berkembangnya Lasusua sebagai ibukota kabupaten Kolaka Utara. Berdasarkan data diketahui bahwa jumlah aparat Hansip/Linmas pada tahun 2011 berjumlah 125 orang terjadi penambahan sebanyak 65 personil dari sebelumnya yang berjumlah 60 orang personil.

    Tabel : Pembagian Daerah Administratif Kecamatan Lasusua 2011
    Kode Wilayah Desa/Kelurahan Ibukota Dusun/Ling
     
    Total   57
    7408020012 Sulaho Sulaho 4
    7408020013 Totallang Totallang 4
    7408020014 Pitulua Pitulua 4
    7408020015 Rante Limbong Rante Limbong 5
    7408020016 Tojabi Tojabi 6
    7408020017 Lasusua Lasusua 5
    7408020018 Watuliu Watuliu 4
    7408020019 Ponggiha Ponggiha 4
    7408020026 Patowanua Patowanua 4
    7408020027 Babussalam Babussalam 4
    7408020028 Batuganda Permai Batuganda 7
    7408020029 Puncak Monapa Puncak Monapa 6

    Sumber : Desa/Kelurahan Kecamatan Lasusua


    Selengkapnya

    KEPENDUDUKAN DAN TENAGA KERJA

    1. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk

    Berbagai usaha untuk menekan laju pertumbuhan Penduduk yang tinggi telah dilakukan Pemerintah melalui berbagai program keluarga Berencana (KB) yang telah dimulai sejak awal tahun 1970-an. Meski demikian, Kebijakan kependudukan dan program Pembangunan sosial dan ekonomi yang telah dilaksanakan Pemerintah selama ini berhasil menekan laju pertumbuhan Penduduk khususnya di Kecamatan Lasusua. Kecenderungan grafik penurunan jumlah Penduduk ini yang tampak fluktuatif terlihat dari tiap tahunnya.

    Pada tahun 2009 Penduduk Kecamatan Lasusua sebesar 19.131 jiwa dan hasil pencatatan terakhir melalui registrasi Penduduk akhir Tahun 2010 naik menjadi 21.772 jiwa atau naik sebesar 12,13%. Kemudian pada tahun 2011 naik lagi menjadi 23.602 jiwa atau naik sebesar 7,75% dari tahun sebelumnya.

    2. Persebaran Penduduk

    Jumlah Penduduk yang begitu besar dan terus bertambah setiap tahun tidak diimbangi dengan pemerataan penyebaran Penduduk. Persebaran Penduduk Kecamatan Lasusua cenderung variatif dengan perbedaan persentase persebaran antara Desa induk dengan desa yang baru terbentuk (Desa pemekaran). Jumlah Penduduk kecamatan Lasusua tahun 2011 yaitu sebesar 23.602 jiwa tersebar pada 12 Desa/Kelurahan. Dari jumlah Penduduk Kecamatan Lasusua pada tahun 2011 tersebut, jumlah terbesar ada di Kelurahan Lasusua sebesar 4.617 jiwa (19,56%) diikuti Desa Patowanua sebesar 3.197 jiwa (13,54%), sedangkan yang terkecil adalah di Desa Sulaho yakni sebesar 590 jiwa dengan persebaran sekitar 2,4% dari total jumlah penduduk Kecamatan Lasusua.

    3. Kepadatan Penduduk

    Sebaran jumlah Penduduk di Kecamatan Lasusua hampir merata di setiap Wilayah Administrasinya. Kecenderungan ini terlihat pada Kepadatan penduduk yang tidak terpusat pada beberapa sutau daerah tertentu. Kepadatan Penduduk Kecamatan Lasusua sedikit mengalami kenaikan yaitu sebelumnya 75,68 Penduduk per Kilometer persegi (Km2) di tahun 2010 dan pada tahun 2011 menjadi 82,05 Penduduk per Kilometer persegi (Km2). Kepadatan tertinggi terjadi di Desa patowonua (1.433 Penduduk per Km2), menyusul kelurahan Lasusua (283 Penduduk per Km2), kelurahan Lasusua yang merupakan ibukota Kecamatan memiliki kepadatan penduduk terbesar kedua setelah Desa Patowanua. Sedangkan kepadatan terkecil adalah Desa Totallang sebesar 15 Penduduk per Kilometer persegi (Km2).

    4. Struktur Umur, Jenis Kelamin dan Rumah Tangga

    Informasi mengenai komposisi Penduduk menurut umur, jenis kelamin, dan Rumahtangga penting diketahui untuk pengembangan perencanaan Pembangunan manusia, baik itu Pembangunan ekonomi, sosial, politik, lingkungan dan sebagainya yang relevan dengan peningkatan kesejahteraan manusia.

    Struktur umur Penduduk pada suatu daerah sangat ditentukan oleh perkembangan tingkat kelahiran, kematian dan migrasi.

    Oleh karena itu jika angka kelahiran pada suatu daerah cukup tinggi maka dapat mengakibatkan daerah tersebut tergolong sebagai daerah yang banyak berpenduduk usia muda. Daerah yang tingkat pertumbuhan Penduduknya masih tinggi dengan proporsi Penduduk usia muda masih besar tersebut memerlukan investasi sosial dan ekonomi yang besar pula untuk penyediaan sarana tumbuh kembang, termasuk pendidikan dan kesehatan.

    Keadaan struktur umur Penduduk di Kecamatan Lasusua pada tahun 2011 sebesar 3,37% dari jumlah Penduduk adalah tergolong Penduduk usia muda yang berumur 0-14 Tahun (dibawah 15 tahun).

    Jumlah Penduduk dari hasil Proyeksi Penduduk tahun 2011 yaitu sebesar 23.602 jiwa terdiri atas Penduduk laki-laki sebesar 12.112 jiwa atau 5,13% dan Penduduk perempuan sebesar 11.490 jiwa atau 4,86%.


    Selengkapnya

    KEHIDUPAN SOSIAL KECAMATAN LASUSUA

    Bagian ini menguraikan tentang hasil pelaksanaan Pembangunan di Kecamatan Lasusua yang merupakan upaya Pemerintah bersama masyarakat untuk menciptakan masyarakat sejahtera di bidang sosial yang lebih baik.

    Usaha dalam bidang tersebut antara lain meliputi kegiatan yang berkaitan dengan Pendidikan, Kesehatan, Keluarga Berencana, Agama dan Sosial lainnya.

    1. Pendidikan

    Sasaran Pembangunan Pendidikan dititikberatkan pada peningkatan mutu dan perluasan kesempatan belajar di semua jenjang Pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak sampai kepada Perguruan Tinggi.

    Upaya peningkatan Pendidikan yang ingin dicapai tersebut agar menghasilkan manusia seutuhnya, sedangkan perluasan kesempatan belajar dimaksud agar Penduduk usia Sekolah setiap tahunnya mengalami peningkatan sejalan dengan laju pertumbuhan Penduduk.

    Menyadari akan arti pentingnya Pendidikan tersebut Pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan antara lain dengan penyediaan sarana dan prasarana Pendidikan yang semakin memadai sehingga dapat memperluas jangkauan pelayanan dan kesempatan pada masyarakat untuk memperoleh Pendidikan.

    2. Kesehatan dan Keluarga Berencana

    Pembangunan kesehatan di Kecamatan Lasusua dititik beratkan pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Demikian pula halnya pelaksanaan program Keluarga Berencana diarahkan untuk menciptakan norma keluarga kecil bahagia sejahtera.

    Untuk mencapai sasaran Pembangunan kesehatan sebagaimana tersebut di atas diperlukan sinergi yang optimal baik itu di bidang kesehatan maupun di bidang keluarga berencana. Upaya Pelaksanaan Pembangunan bidang Kesehatan selama tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 di fokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana serta tenaga untuk pelayanan kesehatan dan Keluarga berencana sampai kepelosok Pedesaan.

    3. Agama

    Pembangunan di bidang agama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa diarahkan untuk menciptakan keselarasan dan kerukunan hubungan antara umat beragama, keharmonisan hubungan antara manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan penciptanya serta manusia dengan alam sekitarnya.

    Peningkatan mutu keagaman saat ini menjadi urgen untuk dilaksanakan. Kegiatan Pembangunan di bidang agama di Kecamatan Lasusua terus ditingkatkan seperti Pembangunan sarana Peribadatan, pembinaan umat beragama dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. Pembangunan di bidang ini sangat dibutuhkan dalam rangka pencapaian Pembangunan masyarakat yang berakhlak mulia, suatu masyarakat yang diharapkan dapat membangun dirinya, Keluarga dan Daerahnya.


    Selengkapnya

    PERTANIAN KECAMATAN LASUSUA

    Bagian ini menyajikan data hasil Pembangunan khususnya sektor pertanian meliputi penggunaan tanah, tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan.

    1. Penggunaan Tanah

    Jenis penggunaan tanah Tahun 2011 meliputi jenis penggunaan tanah sawah, bangunan dan halaman sekitarnya, Tanah tegalan/Kebun, Tanah Ladang/huma, tanah padang rumput, Tanah Rawa yang ditanami, Tambak/Kolam/Empang, lahan yang sementara tidak diusahakan, lahan tanaman kayu - kayuan, hutan negara, perkebunan dan tanah lainnya.

    2. Tanaman Pangan

    Dari sekian jenis tanaman bahan makanan yang diusahakan di daerah ini, 8 jenis tanaman bahan makanan yang utama meliputi Padi Sawah, Padi Ladang, Jagung, Ubi Kayu, Ubi Jalar, Kacang Kedelai, Kacang Tanah dan Kacang Hijau.

    Sebagai wilayah yang tidak memiliki areal persawahan yang luas, kebutuhan bahan makanan seperti beras sepenuhnya bergantung dari Suplai daerah lain. Namun demikian tanaman bahan makanan lainnya tetap di usahakan di daerah ini, meskipun tidak dengan produksi yang begitu banyak.

    3. Tanaman Perkebunan

    Jenis tanaman perkebunan rakyat yang diusahakan terdiri dari 13 (tiga belas) jenis yaitu kelapa, Kopi, Kapuk, Lada, Pala, Cengkeh, Jambu Mete, Kemiri, Coklat, Enau/Aren, Pinang, Nilam dan Sagu.

    Sejauh ini berbagai jenis tanaman telah diusahakan dan dikembangkan di Kecamatan Lasusua. Namun jenis tanaman perkebunan itu lebih kepada tanaman tanaman yang Produksinya sangat potensial untuk di Ekspor saja. Dan hingga saat ini tanaman perkebunan yang dikembangkan baru terbatas pada tanaman jenis seperti Kelapa, Kopi, Lada, Cengkeh, Coklat, Nilam dan Sagu.

    4. Peternakan

    Untuk ternak besar meliputi sapi, kuda, dan Kerbau sedangkan ternak kecil adalah kambing serta ternak unggas adalah Ayam dan itik.

    Populasi ternak besar yang dipotong seperti sapi dalam kurun waktu setahun terakhir sedikit mengalami peningkatan. Ini terlihat pada tahun 2010 terdapat sebanyak 25 ekor sapi yang dipotong sedangkan tahun 2011 naik menjadi 43 ekor. Ternak kuda yang dipotong tahun 2010 sebanyak 22 ekor sedang tahun 2011 hanya 5 ekor.

    5. Prikanan

    Meski kecamatan Lasusua adalah daerah yang sebagian wilayahnya berbatasan langsung teluk Bone, akan tetapi kebutuhan konsumsi ikan untuk masyaraktnya masih sangat tergantung dari suplai dari daerah lain, bahkan suplai tersebut ada yang berasal dari luar kabupaten misalnya dari Kendari dan Kab. Kolaka.

    Kegiatan penangkapan ikan dilaksanakan melalui berbagai usaha meliputi perikanan laut dan usaha perikanan darat (perairan umum, tambak dan kolam). pada tahun 2011 Produksi ikan di Kecamatan Lasusua baik untuk perikanan Laut maupun perikanan Darat umumnya mengalami peningkatan dan jauh lebih baik jika dibandingkan pada tahun 2010. Untuk perikanan laut misalnya total produksi yang dihasilkan selama tahun 2011 adalah 1.296 ton dengan nilai penjualan sebesar Rp. 3.561.100..000, sedangkan perikanan darat total produksinya mencapai 19,10 ton dengan nilai penjualan sebesar Rp11.360.000.


    Selengkapnya

    PEMBANGKIT LISTRIK KECAMATAN LASUSUA

    Listrik memiliki peran yang sangat vital sebagai sarana penunjang dari berbagai aktivitas masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan tenaga listrik dan penerangan listrik sebagian besar diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) sisanya diperoleh dari penerangan listrik Non PLN atau penerangan lainnya.

    Pembangunan jaringan listrik yang dilaksanakan oleh PLN semakin ditingkatkan dan diperluas sampai kepelosok perdesaan. Indikator yang dapat mengukur kegiatan Pembangunan perlistrikan di Kecamatan Lasusua disajikan pada Tabel berikut. Untuk Kebutuhan Listrik Kecamatan Lasusua pasokan Listrik baik untuk masyarakat maupun untuk kebutuhan instansi pemerintah setempat berasal dari Unit pembangkit Listrik yang di kelola oleh Pemerintah.

    Namun secara umum, kebutuhan listrik untuk masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berasal dari 4 unit PLTD yang sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Pada tahun 2011 jumlah pelanggan terbanyak ada di Unit PLTD Lahabaru dengan jumlah pelanggan sebanyak 4.437 Pelanggan, berada di urutan kedua dengan jumlah pelanggan sebesar 2.881 Pelanggan dimiliki oleh unit PLTD olo-oloho,dan di urutan ketiga adalah unit PLTD Lasusua yang memiliki 2.267 Pelanggan.

    Tabel : Sumber Pembangkit Listrik per Kecamatan 2011
    Kode Wilayah KECAMATAN Sumber Listrik
    74080010 Ranteangin PLTD Lanipa - nipa
    74080011 Lambai PLTD Lanipa - nipa
    74080012 Wawo PLTD Lanipa - nipa
    74080020 Lasusua PLTD Lanipa - nipa
    74080021 Katoi PLTD Lanipa - nipa
    74080030 Kodeoha PLTD Lanipa - nipa
    74080031 Tiwu PLTD Lanipa - nipa
    74080040 Ngapa PLTD Lanipa - nipa
    74080041 Watunohu PLTD Lanipa - nipa
    74080050 Pakue PLTD Lanipa - nipa
    74080051 Pakue Tengah PLTD Lanipa - nipa
    74080052 Pakue Utara PLTD Lanipa - nipa
    74080060 Batu Putih PLTD Lanipa - nipa
    74080061 Porehu PLTD Swasta
    74080062 Tolala PLTD Swasta

    Sumber : PT. PLN Ranting Kolaka Utara


    Selengkapnya

    PEREKONOMIAN KECAMATAN LASUSUA

    1. Koperasi

    Koperasi memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. Kebijakan Pemerintah dalam pembinaan koperasi ditujukan agar eksistensi koperasi terus meningkat menjadi lembaga ekonomi yang kuat dan menjadi wadah utama untuk membina kemampuan usaha golongan ekonomi lemah.

    Kegiatan usaha perkoperasian yang terus maju dan telah sekian lama berlangsung turut mewarnai kehidupan perekonomian rakyat di setiap wilayah Kecamatan yang ada.

    Selama setahun terakhir jumlah koperasi Simpan Pinjam yang ada di Kecamatan Lasusua adalah 4 unit,KUD tidak ada dan Non KUD sebanyak 47 unit. Jumlah unit koperasi,utamanya Non KUD selama tahun 2011 ini naik dibandingkan dengan jumlah koperasi Non KUD yang ada pada tahun 2010.

    2. Akomodasi

    Pembangunan Ekonomi diarahkan pada peningkatan sarana akomodasi untuk menunjang kegiatan ekonomi. Salah satunya adalah tersedianya Fasilitas hotel dan penginapan yang memadai.

    Indikasi Keberhasilan dalam bidang ini dicerminkan dengan bertambahnya jumlah akomodasi, kamar dan tempat tidur yang tersedia setiap tahunnya. Selama tahun 2011 jumlah akomodasi yang ada di Kecamatan Lasusua terdiri dari sejumlah Hotel dan Penginapan. Terdapat 3 unit hotel dan 5 unit penginapan di Kecamatan lasusua saat ini. Terjadi penambahan dari tahun sebelumnya. Dari sisi pelayanan, jasa akomodasi yang ditawarkan meningkat dari tahun sebelumnya hal ini tampak dari bertambahnya jumlah sarana seperti tempat tidur dan kamar yang tersedia di dalam Hotel dan penginapan. Selama tahun 2011 fasilitas ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

    Tabel : Banyaknya Koperasi menurut jenis di Kecamatan Lasusua
    Kode Wilayah Desa/Kelurahan Simpan Pinjam K U D Non K U D
     
    Total 4 - 37
    7408020012 Sulaho - - 4
    7408020013 Totallang - - 2
    7408020014 Pitulua - - 2
    7408020015 Rante Limbong - - 1
    7408020016 Tojabi 1 - 4
    7408020017 Lasusua 3 - 10
    7408020018 Watuliu - - 6
    7408020019 Ponggiha - - 5
    7408020026 Patowanua - - 1
    7408020027 Babussalam - - -
    7408020028 Batuganda Permai - - 1
    7408020029 Puncak Monapa - - 1

    Sumber : Dinas Koperasi, UKM dan penanaman Modal Kabupaten Kolaka Utara


    Selengkapnya

    photo

    VOTING MASYARAKAT

    Bagaimana Tanggapan Anda Mengenai Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kab. Kolaka Utara?

    photo photo

    HARGA EMAS ANTAM

    GRAFIK PERTUMBUHAN EKONOMI

    DOWNLOAD

    Fahmis Pustaka, 2008

    Buku Jejak Pemekaran Kabupaten Kolaka Utara

    photo

    Tim Penulis : Moh.Yahya Mustafa, Masmur Lakahena, Zainuddin Tika, La Alu.
    Kata Pengantar : Rusda Mahmud

    Download Buku.

    DARI MEJA BUPATI

    Lasusua, 15 August 2016

    PIDATO BUPATI KOLAKA UTARA DALAM RANGKA PENYERAHAN RANCANGAN NOTA KESEPAKATAN MENGENAI RANCANGAN KEBIJAKAN UMUM APBD PERUBAHAN DAN PRIORITAS PLAFON ANGGARAN SEMENTARA APBD PERUBAHAN KABUPATEN KOLAKA UTARA

    PIDATO . . .

    Selengkapnya.. Indeks Pidato

    Top