Admin — Rabu, 04 September 2012

KECAMATAN BATU PUTIH

  • 1. Letak dan Wilayah Geografis

    Daerah Kecamatan Batu Putih merupakan salah satu Kecamatan yang terletak di dataran tinggi bagian utara Kabupaten Kolaka Utara yaitu melintang dari Utara ke Selatan kira-kira 2°50’ 0” LS - 3°10’0” LS dan membujur dari Barat ke Timur antara  121°0’0’ BT - 121°20’0’ BT.

    Adapun Batasan wilayah - wilayah Kecamatan Batu Putih adalah sebagai berikut:

    Wilayah Kecamatan Batu Putih mencakup wilayah daratan dan Lautan karena terletak di pesisir Pantai Teluk Bone. Luas daratan Kecamatan Batu Putih sebesar 410,43 km² atau 11,06% dari luas daratan Kabupaten Kolaka Utara. Relief permukaan daratan Kecamatan Batu Putih terdiri dari daerah pegunungan di bagian Timur dan dataran yang landai di bagian Utara, sedangkan di bagian selatan mengarah ke barat adalah sebagian berupa daratan yang sedikit terjal dan sebagian lagi adalah Dataran yang merata hampir di sepanjang bibir pantai teluk Bone. Ketinggian wilayahnya mencapai  ± 60 m dari permukan Laut.

    2. Jarak dan Luas Wilayah Kecamatan BATU PUTIH Menurut Desa/Kelurahan

    Berikut data mengenai luas wilayah administratif Kecamatan Batu Putih serta jarak ke Ibukota Kecamatan berdasarkan Desa/Kelurahan

    Kode Wilayah Desa/Kelurahan Luas (KM2) Luas (%) Jarak (KM)
     
    Total 410,43 100,00  
    7408060001 Latowu 94,84 23,11 1
    7408060002 Batu Api 3,14 0,77 1,8
    7408060003 Bukit Tinggi 190,20 46,34 2
    7408060004 Batu Putih 12,40 3,02 0
    7408060006 Mosiku 20,23 4,93 7
    7408060007 Lelewawo 27,65 6,74 11
    7408060015 Paru Lampe 6,94 1,69 2
    7408060016 Bukit Baru 5,63 1,37 6
    7408060017 Puncak Harapan 2,40 0,58 4
    7408060018 Makkuaseng 12,00 2,92 1
    7408060019 Tetebawo 35,00 8,53 4
    PEMERINTAHAN KECAMATAN BATU PUTIH

    1. Pemerintahan

    Seperti halnya dengan daerah lain, pemerintah Kecamatan Batu Putih juga terus berbenah dengan membuka ruang untuk akses pemekaran wilayah dalam rangka pengembangan wilayah yang lebih maju. Seperti diketahui bahwa pada tahun 2011 terdapat 10 wilayah Desa dan 1 Kelurahan yang dikuasai secara administratif oleh Pemerintah Kecamatan Batu Putih. Untuk merespon semangat otonomi daerah yang menitikberatkan pada upaya percepatan/ Akselerasi Pembangunan maka pada tahun 2011 wilayah Kecamatan Batu Putih tidak mengalami pemekaran wilayah.

    Sehingga saat ini secara administratif dan kewilayahan pemerintahan Kecamatan Batu Putih dengan Ibu kotanya Batu Putih tersisa  10 Desa dan 1 Kelurahan. Wilayah Administrasi pemerintahan Kecamatan Batu Putih yang terdiri dari sejumlah Desa dan Kelurahan keadaan tahun 2011 disajikan pada Tabel berikut.

    2. Pembangunan Desa

    Seperti yang dijelaskan diatas bahwa dengan semangat Pembangunan dalam Otonomi Daerah maka usaha pemerintah Kecamatan Batu Putih dalam merealisasikan tujuan Pembangunan tersebut adalah dengan berupaya meletakkan sendi-sendi kehidupan Desa/Kelurahan yaitu masyarakat Desa/Kelurahan yang mapan dari segi material, spiritual serta akhlak menuju masyarakat adil, merata, makmur dan sejahtera.

    Realisasi pelaksanaan Pembangunan Desa/Kelurahan tahun 2011 terlihat bahwa Pemerintah Kecamatan berhasil menjalankan program Pembangunan Desa/Kelurahan. Indikasinya adalah meningkatknya status Desa/Kelurahan yang ada, dari tahun sebelumnya terdapat 6 Desa dengan status Swadaya, 4 Desa Swakarya dan sisanya lagi adalah 1 Desa/Kelurahan yang sudah mencapai tingkat kemakmuran atau tingkat Swasembada, begitu juga tahun 2011 tidak mengalami perubahan status Desa/Kelurahan yang ada.

    Dari aspek pertahanan Sipil, jumlah aparat Hansip/Linmas selama setahun terakhir tidak mengalami perubahan, seiring dengan berkembangnya Pembangunan dan pemekaran wilayah di Kecamatan Batu Putih. Berdasarkan  data diketahui bahwa jumlah aparat Hansip/Linmas pada tahun 2010 berjumlah 67 orang, sedangkan ditahun 2011  tidak terjadi penambahan porsonil.

    Tabel : Pembagian Daerah Administratif Kecamatan Batu Putih 2011
    Kode Wilayah Desa/Kelurahan Ibukota Dusun/Ling
     
    Total   40
    7408060001 Latowu Latowu 5
    7408060002 Batu Api Batu Api 2
    7408060003 Bukit Tinggi Bukit Tinggi 4
    7408060004 Batu Putih Batu Putih 5
    7408060006 Mosiku Mosiku 4
    7408060007 Lelewawo Lelewawo 4
    7408060015 Paru Lampe Paru Lampe 3
    7408060016 Bukit Baru Bukit Baru 4
    7408060017 Puncak Harapan Puncak Harapan 3
    7408060018 Makkuaseng Makkuaseng 3
    7408060019 Tetebawo Tetebawo 3

    Sumber : Desa/Kelurahan Kecamatan Batu Putih


    Selengkapnya

    KEPENDUDUKAN DAN TENAGA KERJA

    1. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk

    Berbagai usaha untuk menekan laju pertumbuhan Penduduk yang tinggi telah dilakukan Pemerintah melalui berbagai program keluarga Berencana (KB) yang telah dimulai sejak awal tahun 1970-an. Meski demikian, Kebijakan kependudukan dan program Pembangunan sosial dan ekonomi yang telah dilaksanakan Pemerintah selama ini berhasil menekan laju pertumbuhan Penduduk khususnya di Kecamatan Batu Putih. Kecenderungan grafik penurunan laju pertumbuhan penduduk dapat dilihat dari kurung waktu dua sensus penduduk, dimana dalam kurung waktu 1990 – 2000 laju pertumbuhan penduduk menjadi 3,21% / tahunnya.

    Pada tahun 2000 Penduduk Kecamatan Batu Putih sebesar  5110 jiwa dan hasil sensus penduduk tumbuh rata-rata 3,21 %/ Tahun 2010 meningkat menjadi 7.369 jiwa atau turun sebesar 21,41%. Kemudian pada tahun 2011 naik menjadi 7.744 jiwa atau naik sebesar  5,08% dari tahun 2010.

    2. Persebaran Penduduk

    Jumlah Penduduk yang begitu besar dan terus bertambah setiap tahun tidak diimbangi dengan pemerataan penyebaran Penduduk. Persebaran Penduduk Kecamatan Batu Putih disajikan pada Tabel 3.2 cenderung variatif dengan perbedaan persentase persebaran antara Desa induk dengan desa yang baru terbentuk (Desa pemekaran). Jumlah Penduduk kecamatan Batu Putih tahun 2011 yaitu sebesar 7.744 jiwa tersebar pada 11 Desa/Kelurahan. Dari jumlah Penduduk Kecamatan Batu Putih pada tahun 2011 tersebut, jumlah terbesar ada di Kelurahan Batu Putih sebesar 1.624 jiwa (20,97%) diikuti Desa Mosiku sebesar 1.217 jiwa (15,72%), sedangkan yang terkecil adalah di Desa Batu Api  yakni sebesar 126 jiwa saja dengan persebaran sekitar 1,63% dari total jumlah penduduk Kecamatan  Batu Putih.

    3. Kepadatan Penduduk

    Sebaran jumlah Penduduk di Kecamatan Batu Putih tidak merata di setiap Wilayah Administrasinya. Kecenderungan ini terlihat pada Kepadatan penduduk yang  terpusat pada beberapa daerah tertentu. Kepadatan Penduduk Kecamatan Batu Putih sedikit mengalami kenaikan yaitu sebelumnya  18 Penduduk per Kilometer persegi (Km2) di tahun 2010 dan pada tahun 2011 menjadi 19 Penduduk per Kilometer persegi (Km2). Kepadatan tertingi terjadi di Desa Puncak Harapan (176 Penduduk per Km2), menyusul Kelurahan batu Putih (131 Penduduk per Km2), sedangkan Desa Bukit Tinggi merupakan desa yang memiliki kepadatan penduduk paling kecil yakni sebesar 3 Penduduk per Kilometer persegi (Km2).

    4. Struktur Umur, Jenis Kelamin dan Rumah Tangga

    Informasi mengenai komposisi Penduduk menurut umur, jenis kelamin, dan Rumahtangga penting diketahui untuk pengembangan perencanaan Pembangunan manusia, baik itu Pembangunan ekonomi, sosial, politik, lingkungan dan sebagainya yang relevan dengan peningkatan kesejahteraan manusia.

    Struktur umur Penduduk pada suatu daerah sangat ditentukan oleh perkembangan tingkat kelahiran, kematian dan migrasi.

    Oleh karena itu jika angka kelahiran pada suatu daerah cukup tinggi maka dapat mengakibatkan daerah tersebut tergolong sebagai daerah yang banyak berpenduduk usia muda. Daerah yang tingkat pertumbuhan Penduduknya masih tinggi dengan proporsi Penduduk usia muda masih besar tersebut memerlukan investasi sosial dan ekonomi yang besar pula untuk penyediaan sarana tumbuh kembang, termasuk pendidikan dan kesehatan.

    Keadaan struktur umur Penduduk di Kecamatan Batu Putih menunjukkan bahwa pada tahun 2011 sebesar 36,32% dari jumlah Penduduk adalah tergolong Penduduk usia muda yang berumur 0-14 Tahun (dibawah 15 tahun).

    Jumlah Penduduk dari hasil data Penduduk tahun 2011 yaitu sebesar 7 744 jiwa terdiri atas Penduduk laki-laki sebesar 3 945 jiwa atau 50,94% dan Penduduk perempuan sebesar  3,799 jiwa atau 49,05%.


    Selengkapnya

    KEHIDUPAN SOSIAL KECAMATAN BATU PUTIH

    Bagian ini menguraikan tentang hasil pelaksanaan Pembangunan di Kecamatan Batu Putih yang merupakan upaya Pemerintah bersama masyarakat untuk menciptakan masyarakat sejahtera di bidang sosial yang lebih baik.

    Usaha dalam bidang tersebut antara lain meliputi kegiatan yang berkaitan dengan Pendidikan, Kesehatan, Keluarga Berencana, Agama dan Sosial lainnya.

    1. Pendidikan

    Sasaran Pembangunan Pendidikan dititikberatkan pada peningkatan mutu dan perluasan kesempatan belajar di semua jenjang Pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak sampai kepada Perguruan Tinggi.

    Upaya peningkatan Pendidikan yang ingin dicapai tersebut agar menghasilkan manusia seutuhnya, sedangkan perluasan kesempatan belajar dimaksud agar Penduduk usia Sekolah setiap tahunnya mengalami peningkatan sejalan dengan laju pertumbuhan Penduduk.

    Menyadari akan arti pentingnya Pendidikan tersebut Pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan antara lain dengan penyediaan sarana dan prasarana Pendidikan yang semakin memadai sehingga dapat memperluas jangkauan pelayanan dan kesempatan pada masyarakat untuk memperoleh Pendidikan.

    2. Kesehatan dan Keluarga Berencana

    Pembangunan kesehatan di Kecamatan Batu Putih dititik beratkan pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Demikian pula halnya pelaksanaan program Keluarga Berencana diarahkan untuk menciptakan norma keluarga kecil bahagia sejahtera.

    Untuk mencapai sasaran Pembangunan kesehatan sebagaimana tersebut di atas diperlukan sinergi yang optimal baik itu di bidang kesehatan maupun di bidang keluarga berencana. Upaya Pelaksanaan Pembangunan bidang Kesehatan selama tahun 2006 sampai dengan tahun 2012 di fokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana serta tenaga untuk pelayanan kesehatan dan Keluarga berencana sampai kepelosok Pedesaan.

    3. Agama

    Pembangunan di bidang agama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa diarahkan untuk menciptakan keselarasan dan kerukunan hubungan antara umat beragama, keharmonisan hubungan antara manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan penciptanya serta manusia dengan alam sekitarnya.

    Peningkatan mutu keagaman saat ini menjadi urgen untuk dilaksanakan. Kegiatan Pembangunan di bidang agama di Kecamatan Batu Putih terus ditingkatkan seperti Pembangunan sarana Peribadatan, pembinaan umat beragama dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. Pembangunan di bidang ini sangat dibutuhkan dalam rangka pencapaian Pembangunan masyarakat yang berakhlak mulia, suatu masyarakat yang diharapkan dapat membangun dirinya, Keluarga dan Daerahnya.


    Selengkapnya

    PERTANIAN KECAMATAN BATU PUTIH

    Bagian ini menyajikan data hasil Pembangunan khususnya sektor pertanian meliputi penggunaan tanah, tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan.

    1. Penggunaan Tanah

    Jenis penggunaan tanah Tahun 2011 meliputi jenis penggunaan tanah sawah, bangunan dan halaman sekitarnya, Tanah tegalan/Kebun, Tanah Ladang/huma, tanah padang rumput, Tanah Rawa yang ditanami, Tambak/Kolam/Empang, lahan yang sementara tidak diusahakan, lahan tanaman kayu - kayuan, hutan negara, perkebunan dan tanah lainnya.

    2. Tanaman Pangan

    Dari sekian jenis tanaman bahan makanan yang diusahakan di daerah ini, pada tabel 5.2 hanya disajikan 8 jenis tanaman bahan makanan yang utama meliputi Padi Sawah, Padi Ladang, Jagung, Ubi Kayu, Ubi Jalar, Kacang Kedelai, Kacang Tanah dan Kacang Hijau.

    Sebagai wilayah yang memiliki areal persawahan yang luas, kebutuhan bahan makanan seperti beras tidak bergantung dari Suplai daerah lain. Namun demikian tanaman bahan makanan lainnya juga tetap di usahakan di daerah ini, meskipun tidak dengan produksi yang begitu banyak.

    3. Tanaman Perkebunan

    Jenis tanaman perkebunan rakyat yang diusahakan terdiri dari 13 (tiga belas) jenis yaitu kelapa, Kopi, Kapuk, Lada, Pala, Cengkeh, Jambu Mete, Kemiri, Coklat, Enau/Aren, Pinang, Vanili, Sagu dan Nilam.

    Sejauh ini berbagai jenis tanaman telah diusahakan dan dikembangkan di Kecamatan Batu Putih. Namun jenis tanaman perkebunan itu lebih kepada tanaman tanaman yang Produksinya sangat potensial untuk di Ekspor saja. Dan hingga saat ini tanaman perkebunan yang dikembangkan baru terbatas pada tanaman jenis seperti Kelapa, Kopi, Lada, Cengkeh, Coklat, Nilam dan Sagu.

    4. Peternakan

    Berdasarkan kategori jenis ternak, maka untuk ternak besar meliputi sapi, kuda, dan Kerbau sedangkan ternak kecil adalah kambing sementara ternak unggas terdiri Ayam dan itik.

    Populasi ternak besar yang dipotong seperti sapi dalam kurun waktu setahun terakhir sedikit mengalami penurunan. Ini terlihat dimana pada tahun 2010 terdapat sebanyak 16 ekor sapi yang dipotong sedangkan tahun 2011 turun menjadi 10 ekor. Begitu juga dengan Ternak kerbau, jumlah populasi yang dipotong untuk ternak jenis ini hanya 1 ekor saja selama setahun terakhir.

    5. Prikanan

    Meski kecamatan Batu Putih adalah daerah yang sebagian wilayahnya memiliki perairan laut yang luas, akan tetapi sebagian  kebutuhan konsumsi ikan untuk masyarakatnya masih disuplai dari daerah lain, bahkan suplai tersebut ada yang berasal dari luar kabupaten misalnya dari Kendari dan Kab. Kolaka.

    Kegiatan penangkapan ikan dilaksanakan melalui berbagai usaha meliputi perikanan laut dan usaha perikanan darat (perairan umum, tambak dan kolam). Pada tahun 2011 Produksi ikan di Kecamatan Batu Putih baik untuk perikanan Laut dan perikanan Darat umumnya mengalami penurunan yang jika dibandingkan produksi yang ada pada tahun 2010. Untuk perikanan laut misalnya total produksi yang dihasilkan selama tahun 2011 adalah 643,08 ton dengan nilai penjualan sebesar Rp. 3,764,850, sedangkan perikanan darat total produksinya mencapai 8,77 ton dengan nilai penjualan sebesar Rp. 8,906,210.


    Selengkapnya

    PEMBANGKIT LISTRIK KECAMATAN BATU PUTIH

    Listrik memiliki peran yang sangat vital sebagai sarana penunjang dari berbagai aktivitas masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan tenaga listrik dan penerangan listrik sebagian besar diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) sisanya diperoleh dari penerangan listrik Non PLN atau penerangan lainnya.

    Pembangunan jaringan listrik yang dilaksanakan oleh PLN semakin ditingkatkan dan diperluas sampai kepelosok perdesaan. Indikator yang dapat mengukur kegiatan Pembangunan perlistrikan di Kecamatan Batu Putih disajikan pada Tabel berikut. Untuk Kebutuhan Listrik Kecamatan Batu Putih pasokan Listrik baik untuk masyarakat maupun untuk kebutuhan instansi pemerintah setempat berasal dari Unit pembangkit Listrik yang di kelola oleh Pemerintah.

    Namun secara umum, kebutuhan listrik untuk masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berasal dari 4 unit PLTD yang sudah ada  sejak beberapa tahun yang lalu. Pada tahun 2011 jumlah pelanggan terbanyak ada di Unit PLTD Lahabaru dengan jumlah pelanggan sebanyak 4.360, berada di urutan kedua dengan jumlah pelanggan sebesar2.746 dimiliki oleh unit PLTD olo-oloho, di urutan ketiga adalah unit PLTD Lasusua yang memiliki 2.185 Pelanggan.

    Tabel : Sumber Pembangkit Listrik per Kecamatan 2011
    Kode Wilayah KECAMATAN Sumber Listrik
    74080010 Ranteangin PLTD Lanipa - nipa / PLTMH Mikuasi
    74080011 Lambai PLTD Lanipa - nipa / PLTMH Mikuasi
    74080012 Wawo PLTD Lanipa - nipa / PLTMH Mikuasi
    74080020 Lasusua PLTD Lanipa - nipa / PLTMH Mikuasi
    74080021 Katoi PLTD Lanipa - nipa / PLTMH Mikuasi
    74080030 Kodeoha PLTD Lanipa - nipa / PLTMH Mikuasi
    74080031 Tiwu PLTD Lanipa - nipa / PLTMH Mikuasi
    74080040 Ngapa PLTD Lanipa - nipa / PLTMH Mikuasi
    74080041 Watunohu PLTD Lanipa - nipa / PLTMH Mikuasi
    74080050 Pakue PLTD Lanipa - nipa / PLTMH Mikuasi
    74080051 Pakue Tengah PLTD Lanipa - nipa / PLTMH Mikuasi
    74080052 Pakue Utara PLTD Lanipa - nipa / PLTMH Mikuasi
    74080060 Batu Putih PLTD Lanipa - nipa / PLTMH Mikuasi
    74080061 Porehu PLTD Swasta
    74080062 Tolala PLTD Swasta

    Sumber : PT. PLN Ranting Kolaka Utara


    Selengkapnya

    PEREKONOMIAN KECAMATAN BATU PUTIH

    1. Koperasi

    Koperasi memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. Kebijakan Pemerintah dalam pembinaan koperasi ditujukan agar eksistensi koperasi terus meningkat menjadi lembaga ekonomi yang kuat dan menjadi wadah utama untuk membina kemampuan usaha golongan ekonomi lemah.

    Kegiatan usaha perkoperasian yang terus maju dan telah sekian lama berlangsung turut mewarnai kehidupan perekonomian rakyat di setiap wilayah Kecamatan yang ada.

    Selama setahun terakhir jumlah koperasi yang ada di Kecamatan Batu Putih terdapat 1 unit Simpan Pinjam, di ibu kota kecamatan tepatnya di Kelurahan Batu Putih.  KUD 1 unit berada didesa Latowu sedangkan Non KUD terdapat 5 unit tersebar di 3 Desa/Kelurahan Batu Putih, Latowu dan Mosiku.

    2. Akomodasi

    Sarana penunjang dalam kegiatan ekonomi maupun kegiatan sosial adalah  tersedianya fasilitas akomodasi salah satu diantara peginapan yang cukup memadai. Jumlah peginapan tidak mengalami perubahan jumlah  yakni 2 peginapan sedangkan  jumlah kamar yang tersedia juga tidak mengalami perubahan akan tetapi jumlah tempat tidur  megalami peningkatan tahun 2010 berjumlah 20  pada tahun 2011 berjumlah 40.

    Indikasi Keberhasilan dalam bidang ini dicerminkan dengan bertambahnya jumlah akomodasi, kamar dan tempat tidur yang tersedia setiap tahunnya. Selama tahun 2011 jumlah akomodasi yang ada di Kecamatan Batu Putih terdiri dari sejumlah Hotel dan Penginapan. Terdapat 3 unit hotel dan 5 unit penginapan di Kecamatan Batu Putih saat ini. Terjadi penambahan dari tahun sebelumnya. Dari sisi pelayanan, jasa akomodasi yang ditawarkan meningkat dari tahun sebelumnya hal ini tampak dari bertambahnya jumlah sarana seperti tempat tidur dan kamar yang tersedia di dalam Hotel dan penginapan. Selama tahun 2011 fasilitas ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

    Tabel : Banyaknya Koperasi menurut jenis di Kecamatan Batu Putih
    Kode Wilayah Desa/Kelurahan Simpan Pinjam K U D Non K U D
     
    Total 1 1 4
    7408060001 Latowu - 1 1
    7408060002 Batu Api - - -
    7408060003 Bukit Tinggi - - -
    7408060004 Batu Putih 1 - 3
    7408060006 Mosiku - - 1
    7408060007 Lelewawo - - -
    7408060015 Paru Lampe - - -
    7408060016 Bukit Baru - - -
    7408060017 Puncak Harapan - - -
    7408060018 Makkuaseng - - -
    7408060019 Tetebawo - - -

    Sumber : Dinas Koperasi, UKM dan penanaman Modal Kabupaten Kolaka Utara


    Selengkapnya

    photo

    VOTING MASYARAKAT

    Bagaimana Tanggapan Anda Mengenai Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kab. Kolaka Utara?

    photo photo

    HARGA EMAS ANTAM

    GRAFIK PERTUMBUHAN EKONOMI

    DOWNLOAD

    Fahmis Pustaka, 2008

    Buku Jejak Pemekaran Kabupaten Kolaka Utara

    photo

    Tim Penulis : Moh.Yahya Mustafa, Masmur Lakahena, Zainuddin Tika, La Alu.
    Kata Pengantar : Rusda Mahmud

    Download Buku.

    DARI MEJA BUPATI

    Lasusua, 15 August 2016

    PIDATO BUPATI KOLAKA UTARA DALAM RANGKA PENYERAHAN RANCANGAN NOTA KESEPAKATAN MENGENAI RANCANGAN KEBIJAKAN UMUM APBD PERUBAHAN DAN PRIORITAS PLAFON ANGGARAN SEMENTARA APBD PERUBAHAN KABUPATEN KOLAKA UTARA

    PIDATO . . .

    Selengkapnya.. Indeks Pidato

    Top