Admin, Kolut, 23 Agustus 2012

wilayah Geografis kabupaten kolaka utara

KONDISI FISIK WILAYAH

 

1.   Letak Geografis

Kabupaten Kolaka Utara membentang dari Utara ke Selatan pada Bujur 120o45’00” sampai 120o30’13” BT dan Lintang 02o00’00” sampai 03o30’00” Lintang Selatan, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

-       Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Luwu Timur (Provinsi Sulawesi Selatan).

-       Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Kolaka Timur dan Kabupaten Konawe (Provinsi Sulawesi Tenggara).

-       Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Kolaka (Provinsi Sulawesi Tenggara).

-       Sebelah Barat berbatasan dengan Pantai Timur Teluk Bone.

 

Daerah ini terdiri wilayah daratan seluas + 3.391,62 Km2, disertai pulau-pulau kecil dengan pemandangan yang indah. Selain itu, juga memiliki wilayah perairan laut membentang sepanjang Teluk Bone, seluas + 12.376 Km2. Kabupaten Kolaka Utara terdiri dari 15 (lima belas) kecamatan dari Utara ke Selatan yakni; Kecamatan Tolala, Purehu, Batu Putih, Pakue Utara, Pakue Tengah, Pakue, Watunohu, Ngapa, Tiwu, Kodeoha, Katoi, Lasusua, Lambai, Ranteangin dan Kecamatan Wawo.

 

2.   Topografi

Keadaan permukaan wilayah secara umum terdiri dari pelembahan, perbukitan dan pegunungan serta laut. Diantara lembah, bukit dan pegunungan tersebut terdapat lahan potensial untuk kegiatan pertanian, perkebunan dan perikanan, dengan tingkat kemiringan lahan sebagai berikut:

-       Lahan dengan lereng antara 0 – 2o seluas 101.748,6 (30 %), layak untuk pemukiman, pertanian, perikanan dan kegiatan lainnya.

-       Lahan dengan lereng antara 2 -15o seluas 67.832,4 (20 %), layak untuk pemukiman, pertanian dan perkebunan.

-       Lahan dengan lereng antara 15 – 40o seluas 33.916,2 (10 %) layak untuk pemukiman, pertanian, perkebunan.

-       Lahan dengan lereng antara 40o seluas 135.664,8 (40 %) wilayah yang perlu dipertahankan kelestarian lingkungannya.

3.   Geologi

Dari luas wilayah di atas, secara geologi Kolaka Utara memiliki tipologi tanah yang sangat menguntungkan bagi kegiatan pertanian, perkebunan dan kegiatan perikanan tambak. Selain itu, pada beberapa kecamatan terdapat sejumlah tanah yang mengandung mineral bernilai ekonomis penting namun hingga kini belum terjamah sama sekali. Adapun tipologi tanah di Kabupaten Kolaka Utara dapat dilihat pada Tabel 1.

 

Tabel 1. Tipologi Tanah di Kabupaten Kolaka Utara

 

No Jenis Tanah Luas (Km2) Persentase (%)
1. Pedsoil merah kuning 1.667,49 49,16
2. Pedsoil
coklat kelabu
0 0
3. Lithosol 732,43 21,6
4. Rigosol 0 0
5. Alluvial 172,09 5,07
6. Mediteran
merah kunig
819,61 24,17
Jumlah 3.391,62 100%

Sumber: Database Kolaka Utara Tahun 2014.

 

4.   Hidrologis

Kabupaten Kolaka Utara memiliki beberapa sungai yang tersebar pada 11 (sebelas) Kecamatan. Sungai-sungai tersebut pada umumnya potensial dikelola untuk kepentingan tenaga kelistrikan, pertanian, perikanan dan yang tak kalah pentingnya adalah untuk kebutuhan rumah tangga. Sungai-sungai tersebut dapat dilihat pada Tabel 2. di bawah ini.

 

Tabel 2. Data Sungai di Kabupaten Kolaka Utara

 

No. Kecamatan Nama Sungai Tipe Sungai
1. Porehu Sungai Larui
2. Batu Putih Sungai Batu Putih, Sungai Latowu
3. Pakue Sungai Sungai Kosali, Sungai Mekuwasi
4. Pakue Utara Sungai Pakue
5. Pakue Tengah Sungai Latali dan Sungai Pasampang
6. Ngapa Sungai Puurawu, Sungai Lapai
7. Kodeoha Sungai Mala-Mala, Sungai Awo
8. Lasusua Sungai Indewe, Sungai Rante Limbong
9. Lambai Sungai Lambai dan Sungai Tabuso
10. Rante Angin Sungai Rante Angin

Selain sungai terdapat pula rawa perairan umum, baik rawa air tawar maupun rawa air payau yang potensial untuk kegiatan perikanan baik air tawar maupun air payau. Begitu pula pada pesisir pantai terdapat berbagai keindahan alam baik berupa teluk, pantai berpasir putih, maupun keindahan fauna terumbu karang yang potensil untuk kegiatan pariwisata. Berbagai potensi sumberdaya alam tersebut di atas tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Kolaka Utara.

 

5.   Oceanografi

Sisi Timur Teluk Bone merupakan perairan laut yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Kolaka Utara seluas + 12.376 Km2.Teluk ini memisahkan Kolaka Utara (Sultra) dengan Sulawesi Selatan, dengan kharakteristik dasar perairan yang landai, terjal dan sangat terjal, dengan pesisir pantai terdiri dari paparan batuan, teluk dan muara sungai serta daerah estuaria yang kaya dengan organisme plantonik. Selain itu, terdapat beberap titik yang menjadi tempat terjadinya arus upwelling dan arus turbulensi. Kondisi ini menyebabkan perairan Kolaka Utara sangat subur dengan sumberdaya perikanan tangkap. Dalam bidang perhubungan laut, keberadaan Teluk Bone memiliki peranan strategis untuk mengakses daerah lain, baik dengan daerah tetangga maupun terhadap pulau-pulau lainnya di luar Sulawesi. Begitu pula dengan sub sektor pariwisata, dengan kondisi pesisir pantai yang kaya dengan teluk dengan panorama dan pemandangan alam yang sangat indah memiliki arti penting untuk pembangunan pariwisata.

 

6.   Iklim

Secara klimatologis, Kabupaten Kolaka Utara mengikuti polarisasi musim pada umumnya di Indonesia, yakni Musim Timur dan Musim Barat. Dua musim ini berdampak langsung pada curah hujan, sehingga Pada Musim Timur Angin bertiup dari Timur melalui Benua Australia dan pulau - pulau besar, menyebabkan curah hujan rendah. Sedang pada Musim Barat angin bertiup dari Barat melalui Lautan Hindia yang banyak mengandung uap air, menyebabkan curah hujan tinggi. Namun secara spesifik Kolaka Utara memiliki curah hujan yang hampir merata setiap bulannya sehingga memiliki iklim basa. Kondisi ini menyebabkan wilayah Kolaka Utara subur untuk kegiatan pertanian dalam arti luas. Musim kemarau yang panjang kadang-kadang terjadi secara periodik dalam periode empat atau lima tahun sekali. Pada Tabel 3 disajikan data tahun 2013 yang diperoleh melalui Stasiun Pemataun PT Aneka Tambang Pomalaa Kabupaten Kolaka.

 

Tabel 3. Data Hari Hujan dan Curah Hujan Per Bulan

 di Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2013

Bulan Hari Hujan Curah Hujan
(hari) (mm) Sungai Larui
(1) (2) (3)
Januari 20 168.8
Februari 12 52.9
Maret 12 178.5
April 21 562.1
Mei 24 241.3
Juni 17 195.4
Juli 24 362.6
Agustus 11 48.2
September 7 38.2
Oktober 14 203.9
November 13 81.1
Desember 25 139.8
Jumlah/ Total
2013 200 2272.8
2012 195 1939,8
2011 176 1580,5
2010 216 3951,8
2009 182 1788,7

Sumber : Database Kolaka Utara Tahun 2014.

Data pada tabel di atas diperoleh dari pemantauan tingginya curah hujan dan banyaknya hari hujan di Unit Pertambangan Nikel Pomalaa selama tahun 2013, bulan Mei, Juli dan Desember adalah bulan dengan hari hujan terbanyak yaitu masing-masing 24, 24 dan 25 hari. Curah hujan paling tinggi pada Bulan April (562,1 mm), Mei (241,3 mm) dan Juli (362,6 mm). Namun demikian, tidak selamanya tingginya hari hujan diikuti oleh tingginya curah hujan atau sebaliknya. Seperti yang terjadi pada Bulan Mei dan Desember. Selama tahun 2013secara keseluruhan tercatat sejumlah 200  hari hujan dengan curah hujan sebesar 2.272,8 mm.

photo

VOTING MASYARAKAT

Bagaimana Tanggapan Anda Mengenai Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kab. Kolaka Utara?

photo photo

HARGA EMAS ANTAM

GRAFIK PERTUMBUHAN EKONOMI

DOWNLOAD

Fahmis Pustaka, 2008

Buku Jejak Pemekaran Kabupaten Kolaka Utara

photo

Tim Penulis : Moh.Yahya Mustafa, Masmur Lakahena, Zainuddin Tika, La Alu.
Kata Pengantar : Rusda Mahmud

Download Buku.

DARI MEJA BUPATI

Lasusua, 15 August 2016

PIDATO BUPATI KOLAKA UTARA DALAM RANGKA PENYERAHAN RANCANGAN NOTA KESEPAKATAN MENGENAI RANCANGAN KEBIJAKAN UMUM APBD PERUBAHAN DAN PRIORITAS PLAFON ANGGARAN SEMENTARA APBD PERUBAHAN KABUPATEN KOLAKA UTARA

PIDATO . . .

Selengkapnya.. Indeks Pidato

Top